Namun Anda disini tidak disuruh membuat masakan. Bukan disuruh rebus air dan menanak nasi. Melainkan disuruh untuk meramu trading Anda. Tidak mungkin para pemula bisa memasak dengan sempurna. Tentu yang dipersilahkan adalah seorang profesional. Dalam sekolah Tata Boga, Anda akan diberi pelatihan hingga fasih menjadi seorang koki. Sama seperti di forex, diperlukan keahlian supaya ramuan Anda benar-benar mujarab untuk mendapatkan profit.
Jika di dalam masakan kita membutuhkan bahan baku berupa produk-produk masakan, rempah-rempah serta bumbu-bumbu lainnya maka di dalam trading kita akan membutuhkan bahan baku berupa harga, indikator, dan strategi.
Ramuan tersebut harus diukur secara realistis, tidak bisa Anda melakukan open posisi dengan lot besar. Itu berarti jika dalam masak memasak Anda memaksakan mananak nasi 1 kilo sedangkan bejana hanya mampu menanak setengah kilo. Artinya nasi yang dibuat tak akan jadi. Begitupun dengan posisi kita saat bertransaksi, jangan gunakan lot besar yang tidak realistis.
Contoh lainnya adalah seorang tukang jamu. Jamu keliling atau jamu gendong yang sering mampir ke rumah kita “jamu.... jamu....” he he... mereka mahir sekali meramu jamu. Di setiap botolnya terdapat bermacam-macam fungsi dan kegunaan. Jika ramuan mereka tidak manjur, berarti besuknya lagi warga tidak beli lho.. secara otomatis ia bertanggung jawab dengan jamu tersebut.
Artinya jika kita trading harus bertanggung jawab dengan hasil transaksi. Semua harus dipertanggungjawabkan supaya transaksi yang kita lakukan benar-benar menghasilkan profit. Bila tidak profit lagi, wah investor bakal kabur tuh.. hehe..
Ini hampir sama dengan seorang dokter, jika Anda sedang berobat lalu penyakit yang diderita belum sembuh paling akang bilang “wah.. dokter sana ndak cocok... besuk tidak perlu kesana lagi”. Namun sebaliknya bila penyakit Anda disembuhkan oleh seorang tabib, maka bisa dipercaya besuk Anda balik lagi kesana jika kambuh sakit. Setuju ?
Tujuan trading adalah bertanggung jawab dengan hasil transaksi yang kita lakukan. Untuk menjadi trader yang handal dan sukses, seharusnya tidak luput dari ramu meramu analisisnya. Kalau analisis yang kita gunakan ternyata bisa bikin profit besar berarti ramuan analisis kita sudah pas dan enak. Namun saat di ujicoba kok profitnya masih naik turun berarti ramuannya belum pas. Carilah ramuan yang tepat seperti Anda mencari ramuan untuk masak.