Euro anjlok sebanyak 0.1 persen ke $1.1599 pada pukul 12:05 siang di Tokyo. Mata uang tersebut tergelincir hingga $1.1460 pada tanggal 16 Januari, level terendah sejak bulan November 2003. Terhadap yen, mata uang tunggal tersebut mendapat perolehan 0.2 persen ke 137.18.
Gubernur ECB, Mario Draghi, mengatakan bahwa bank sentral memerlukan waktu lebih lama untuk melakukan penilaia terhadap dampak dari turunnya harga minyak terhadap inflasi. Dan ECB akan melanjutkan pelonggaran kuantitatif (QE) jika kebijakan moneter sebelumnya tidak mampu mendorong inflasi. Selain itu, inflasi di kawasan Eropa terus bertahan pada tingkat yang rendah pada November 2014. Eurostat mengeluarkan laporan bahwa Indeks Harga Konsumen tahunan hanya sebesar 0.3% pada November 2014, setelah 0.4% pada Oktober.
Menurut Thomas Averill, Direktur Manager Rochford Capital, yang diwawancarai oleh Bloomberg, keputusan yang dibuat oleh Zona Euro merupakan faktor penggerak yang cukup penting namun kemungkinan besar pasangan Euro-Dollar akan terus menurun. Perekonomian Zona Euro cenderung anjlok dalam beberapa waktu terakhir dan sudah sangat membutuhkan QE.