FOMC Rusak USD


Federal Reserve AS berada dalam situasi yang tidak menentu. Pekan depan dari 20-25 September akan menyoroti apa yang disebut sebagai faktor utama dalam menunda kenaikan suku bunga, meskipun Janet Yellen mengatakan bahwa mereka tidak mengubah pandangan Fed pada ekonomi AS.
Survei awal pabrik China akan memberikan wawasan status ekonomi melambat pada hari Selasa, 22 September, Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi akan bersaksi di Brussels sebagai  tekanan pada bank sentral untuk memangkas suku bunga setelah keputusan The Fed. Departemen Perdagangan di AS akan mempublikasikan angka produk domestik bruto akhir untuk kuartal kedua 2015.
Gubernur Bank of Canada Stephen Poloz akan menyampaikan pidato dengan topik Siklus Kenaikan Komoditas: Sumber Daya dan Ekonomi Kanada di Calgary pada Senin, September 21 pukul 02:45. Harga minyak yang rendah telah menekan perekonomian Kanada, khususnya provinsi Alberta, sehingga Gubernur Poloz berkata akan membahas pandangan bank sentral pada topik energi dan dampak kebijakan moneter untuk membantu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Presiden Bank Sentral Eropa Draghi akan memberikan kesaksian di depan Komite Ekonomi dan Parlemen Moneter Eropa setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) meninggalkan tarif bank sentral Amerika yang ditahan. 
Kelambanan Fed meninggalkan ECB di bawah tekanan dan bisa memicu penurunan suku bunga segera setelah 10 Oktober, ketika pertemuan Kebijakan Moneter berlangsung di Brussels.
Pabrik Eropa telah menunjukkan kepercayaan yang tidak merata dari pembelian manajer. Sedangkan Jerman tetap stabil dan tidak ada kejutan dari mesin ekonomi Eropa. Perancis  telah berhasil melampaui harapan dan berhasil mencetak tanda-tanda ekspansi untuk pertama kalinya dalam 18 bulan terakhir, bulan Juni sebelum membaik, tapi masih terlihat  ekspansif.
Laporan Produk Domestik Bruto (PDB) akan dirilis pada hari Jumat, 25 September mendatang, ini merupakan laporan PDB ketiga dan terakhir diterbitkan 85 hari, setelah akhir kuartal. Ekonomi AS memiliki ketakutan pada kuartal pertama, sehingga semua mata tertuju pada tanda-tanda pemulihan PDB.
Laporan PDB pada kuartal kedua telah melampaui harapan dan berada  pada trek pertumbuhan 3,7 %. Departemen Perdagangan merevisi jumlah PDB dari 3,2 %, tetapi jumlah akhir harus lebih dekat dengan laporan lanjutan. PDB merupakan salah satu faktor pasar untuk membujuk Federal Reserve dalam memberikan  kenaikan suku bunga. Angka-angka PDB akhir, memiliki dampak  pada USD, bahkan melebihi harapan untuk meningkatkan nilai mata uangnya.

Dilansir dari laman marketpulse.com