Euro jatuh tajam terhadap dolar dimana greenback pulih setelah kerugian yang curam di sesi sebelumnya setelah keputusan Federal Reserve tidak kenaikan suku bunga. EUR/USD turun 1,19% untuk 1.1298.
Fed ingin melihat beberapa perbaikan lebih lanjut di pasar tenaga kerja, dan cukup yakin bahwa inflasi akan meningkatkan sebelum hiking harga.
Sementara keputusan itu sama sekali tak terduga atas kekhawatiran Fed prospek pertumbuhan global mengguncang pasar keuangan dan ditekan dolar lebih rendah.
US dollar indeks, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, bobot perdagangan 0,78% dilevel 95,36 setelah jatuh terendah 94,19 awal perdagangan. Indeks mengakhiri mingguannya lebih rendah 0,2%.
Laporan penjualan rumah AS pada, 21 September. Kemudian zona euro mempublikasikan data awal manufaktur dan aktivitas sektor jasa, 23 September dan data order barang tahan lama pada 24 September , dimana awal klaim pengangguran dan penjualan rumah baru.
25 September akan merevisi data pertumbuhan ekonomi kuartal kedua dan merevisi laporan sentimen konsumen.
Dilansir dari laman investing.com
