Dolar Australia mengalami peningkatan di Selasa (20/10) pagi hari ini, dengan para investor yang mengacuhkan notulen rapat Bank Sentral Australia (RBA). Notulen tersebut tak hanya menunjukkan perhatian pejabat RBA terhadap masalah permintaan dalam sektor perumahan, tetapi juga kenaikan harga rumah. AUD/USD diperdagangkan di angka 0.7262, atau naik sekitar 0.20 persen.
Notulen tersebut juga menyinggung masalah outlook ekonomi China yang masih membayangi perekonomian global, khususnya Australia sebagai negara yang menjadikan China sebagai partner perdagangan nomor satu. Dewan RBA mensinyalir bahwa pertemuan pada bulan Oktober ini belum memerlukan kebijakan pemotongan tingkat suku bunga hingga di bawah 2 persen dalam waktu dekat.
RBA yakin bahwa lemahnya Dolar Australia dan tingkat suku bunga acuan yang ultra-rendah ampuh membantu penyesuaian ekonomi demi mengakhiri boom investasi sumber daya alam dan demi menguatkan pasar tenaga kerja.
"Penyesuaian kembali kali ini mengalami peningkatan karena didukung oleh depresiasi Dolar Australia, yang telah mengarah juga pada peningkatan dalam sektor ekspor selama tahun ini," tulis notulen RBA.
Risiko Dari Kenaikan Harga Rumah Meningkat
"Para anggota mencatat bahwa reduksi nilai suku bunga di awal tahun ini terus menyediakan dukungan pada permintaan agregat, khususnya pada investasi hunian dan konsumsi rumah tangga."
Akan tetapi, yang perlu diperhatikan dalam sektor perumahan Australia adalah adanya peningkatan risiko akibat kenaikan harga rumah. Risiko tersebut menjadi risiko domestik yang utama yang dapat memberikan dampak besar bagi stabilitas finansial dan perekonomian secara lebih luas.
Akan tetapi, yang perlu diperhatikan dalam sektor perumahan Australia adalah adanya peningkatan risiko akibat kenaikan harga rumah. Risiko tersebut menjadi risiko domestik yang utama yang dapat memberikan dampak besar bagi stabilitas finansial dan perekonomian secara lebih luas.
