Dolar AS Belum Menguat, Pakar: The Fed Hanya Menunda, Bukan Membatalkan

Dolar AS  masih mendekam di sekitar level rendah tiga bulan terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya pada Selasa (13/10/15) hari ini masih karena memudarnya harapan akan kenaikan tingkat suku bunga AS di akhir tahun.

Terhadap Yen, Dolar AS menaiki level 120.05, makin solid di tengah rentang harga USD/JPY yang sudah berlangsung cukup lama. Sementara itu, EUR/USD stabil di angka 1.1355, setelah mencapai puncak 1.1397 pada hari Senin. AUD/USD menurun 0.2 persen ke angka 0.7344 setelahpidato Deputi Gubernur RBA Phillip Lowe pagi tadi. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang mayor lain tercatat sedikit naik ke angka 94.893, namun masih dekat dengan level rendah malam tadi di angka 94.619.

Dolar Bullish Dalam Jangka Panjang

"Banyak investor yang mulai meyakini bahwa The Fed akan menunda lift-off hingga tahun 2016 dan pandangan inilah yang membebani mata uang (Dolar AS)," tutur Kathy Lien, Direktur Manajer BK Asset Management dalam catatan yang dikutip oleh Reuters. Lien sendiri masih memperkirakan adanya bull dolar dalam jangka panjang karena ia yakin bahwa The Fed hanyalah menunda, bukan membatalkan rencana kenaikan suku bunga acuannya. Perkiraan jangka pendeknya, Greenback masih harus tertekan dengan adanya spekulasi penundaan tersebut.

Selain itu, 46 dari 66 pakar forex yang disurvei oleh Reuters pada minggu lalu menyebutkan bahwa penundaan suku bunga menimbulkan risiko yang cukup signifikan pada penguatan Dolar, sedangkan dua orang lain menyebutkan bahwa risikonya akan sangat signifikan.

Bank Sentral AS akan kembali menggelar pertemuan dua hari (FOMC) pada tanggal 27-28 Oktober mendatang. Presiden The Fed untuk wilayah Atlanta, Dennis Lockhart, di hari Senin kemarin menatakan bahwa bank sentral akan meninjau lebih banyak data sebagai pertimbangan untuk kebijakan moneter hingga akhir tahun nanti.