Dolar AS Beragam, BOC Pertahankan Suku Bunga

Dolar AS terpantau beragam di hari Kamis (22/10) ini dan menguat terhadap mata uang-mata uang negara berkembang. Terhadap Rand Afrika Selatan, Dolar menguat 1.7 persen pada posisi 13.5089 sedangkan USD/IDR menduduki level 13,625. Pada sesi sebelumnya, mata uang AS tersebut sempat menguat setelah diumumkannya kebijakan Bank Sentral Kanada (BOC) malam tadi.

Pasca Kebijakan BOC

Dolar AS naik tajam terhadap Dolar Kanada hingga 1.1 persen ke angka 1.3125 malam tadi, dan siang ini USD/CAD sudah sedikit mundur ke angka 1.3114. Greenback meraih level tertinggi dalam dua minggu terhadap Dolar Kanada setelah BoC tidak mengubah tingkat suku bunganya.

Sesuai ekspektasi, BOC memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunganya di level 0.5 persen setelah dua kali pemotongan suku bunga sepanjang tahun 2015 ini. Dan yang paling menyita perhatian dari kebijakan BOC malam tadi adalah penurunan perkiraan pertumbuhan Kanada untuk tahun 2016 dan 2017.

BOC mengekspektasikan perekonomian akan tumbuh sebanyak 2.0 persen pada tahun 2016 (menurun dari 2.3 persen) dan 2.5 persen pada tahun 2017 (turun dari 2.6 persen). Kondisi ini seolah menunjukkan bahwa bank sentral tersebut sudah memperhitungkan kondisi "aftershock" akibat kembali merosotnya harga minyak yang berpotensi membebani pertumbuhan Kanada lebih lama daripada perkiraan sebelumnya.

Kendati demikian, Loonie (Dolar Kanada) tak perlu terlalu ciut karena Presiden BOC, Stephen Poloz, tetap memastikan kepada pasar bahwa masih ada sinyal-sinyal yang jelas bahwa pertumbuhan Kanada masih terus menuju ke kenaikan.

Dolar AS Terhadap Yen Dan Euro

Dolar AS terpantau menguat terhadap Yen, dimana mata uang Jepang tersebut menyentuh level rendah satu pekan terhadap Dolar AS setelah data perdagangan Jepang menaikkan kekhawatiran terhadap resesi yang bisa saja kembali melanda negara ekonomi terkuat ketiga di dunia tersebut. Siang ini, USD/JPY berada pada posisi 119.693. Sementara terhadap Euro, Dolar AS nampak stabil tak banyak bergerak dengan pairEUR/USD yang flat di angka 1.1340 menjelang kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) yang diantisipasi akan menambah pelonggaran kuantitatifnya.