Minggu kemarin merupakan minggu yang baik bagi USD, khususnya melawan Euro, setelah Draghi melepaskan tembakan pertama untuk euroyang memperlebar harapan akan perluasan Quantitative Easing ECB pada bulan Desember (kemungkinan), plus dengan penurunan suku bunga Yuan (yang diisyaratkan dapat berlanjut lagi) membuat Amerika senang. Benarkah demikian?
Kebijakan moneter suatu negara dapat menjadi pedang bermata dua bagi FED. Ingatlah akan kekhawatiran FED bulan lalu mengenai kebijakan moneter yang longgar di luar negri serta menguatnya dollar dapat menjadi masalah bagi Amerika karena akan menambah resiko melemahnya perdagangan eksternal mereka serta menghambat laju inflasi, yang pada akhirnya justru merugikan mereka.
Untuk jangka panjang, YA, kenaikan bagi dollar menurut saya, namun, dengan pemikiran bahwa saya merupakan seorang trader online yang memainkan instrumen spot price, maka pemikiran investor harus dikesampinkan terlebih dahulu dan perlu diingat bahwa saya menganggap investasi lebih condong kepada hal yang real (dollar cash) bukan terhadap instrumen trading yang saya lakukan dalam keseharian.
Jelang FOMC
Kemungkinan terbesar saya akan melakukan aksi menjual dollar hingga menjelang FMOC atau membeli saat dollar mengalami penurunan setelah FOMC, dengan catatan FED tidak membawa apapun yang baru dalam kebijakan mereka. Ini karena saat ini kebijakan mengenai kenaikan tingkat suku bunga Amerika masihlah simpang siur, masih terulur tanpa harapan. Memang pada bulan sebelumnya harapan sempat kembali tumbuh mendengar Yellen berbicara Hawkish, namun data-data selanjutnya justru berkebalikan dengan apa yang diharapkan oleh pasar, consumer spending dan NFP yang mengecewakan membuat banyak pembuat kebijakan FED menjadi ragu akan kenaikan suku bunga pada tahun ini. Tapi siapa yang tahu, sebab masih ada waktu 3 pertemuan untuk memutuskan hal tersebut.
Jika kita melihat masalah FED lebih kedalam lagi, maka kita akan menemukan banyak halangan untuk kenaikan suku bunga tahun ini. Sebelum ECB mengisyaratkan perluasan QE dan sebelum China memangkas suku bunga mereka, distrik-distrik FED di negara bagian lain sudah mengeluhkan mengenai dampak dollar yang menguat, khususnya pada manufaktur dan pariwisata.
Tekanan tersebut semakin menguat ketika ECB dan China bergerak, banyak perusahan besar Amerika yang berkurang pendapatannya karena menguatnya dollar. Dalam laporan terbaru Bloomberg, dua dari tiga perusahan yang terdaftar di S&P500 mengeluhkan hal tersebut, dan mereka merupakan nama-nama besar dalam bisnis mereka, bukan perusahaan kecil yang mempunyai sedikit dampak ekonomi bagi Amerika, sehingga rengekan mereka harus didengar oleh FED.
Itulah salah satu pemikiran saya mengenai perdagangan minggu ini khususnya menjelang FOMC. Secara logika, kekuatan dollar akan menghambat pertumbuhan minimal hingga quarter pertama tahun depan. Tambahkan masalah pada harga minyak, China, Eropa, plus menurunnya data Amerika, maka pemikiran atau harapan mengenai kenaikan suku bunga AS semakin menipis.
Trading Iseng
Apakah anda suka melakukan trading iseng? saya YA. Apakah asal-asalan? jawabannya tentu TIDAK. Saya sering melakukan trading iseng dengan manajemen resiko yang ketat atau penggunaan size yang kecil. Trading iseng, saya mengatakan "iseng" karena memang tidak ada fokus pada hal tersebut secara mendalam, cukup berdasarkan teknikal serta isu-isu sentimen saja. Saat ini saya mempunya pending order 2 pasangan mata uang untuk iseng, dan salah satunya adalah USD/CAD, dan sangat disarankan agar tidak mengikutinya karena tingkat emosi tiap orang dalam menghadapi kemenangan atau kekalahan sangat berbeda.

