Yen tampak menguat di hari Selasa (27/10) pagi ini setelah Jepang merilis laporan indeks PPI perusahaan yang bergerak di bidang jasa, yang dilaporkan naik 0.6 persen sesuai dengan ekspektasi. USD/JPY menurun 0.15 persen ke posisi 120.91 pagi tadi, dan sudah menambah penurunan ke posisi 120.55 saat berita ini ditulis.
BOJ Terdesak?
Kenaikan yang terjadi dalam Yen membangkitkan volatilitas dan mengindikasikan peningkatan pertaruhan di antara para investor yang memperkirakan bahwa kebijakan ECB pekan lalu seolah secara tak langsung "memaksa" Bank Sentral Jepang (BOJ) untuk mengambil tindakan dalam rapat kebijakannya yang akan digelar pekan ini. Pada pekan lalu, Presiden ECB, Mario Draghi, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk menambah stimulus di bulan Desember mendatang, demikian uraian yang ditulis oleh ahli strategi pasar Bloomberg.
Tekanan untuk BOJ juga datang dari tetangganya, Bank Sentral China (PBoC) yang mengumumkan pemotongan suku bunga yang keempat kalinya tahun ini pada hari Jumat pekan lalu. Beijing memutuskan untuk memotong suku bunga acuannya sebanyak 25 basis poin menjadi 4.35 persen dan suku bunga deposit dengan poin yang sama menjadi 1.5 persen saat ini. Hal ini merupakan likuiditas segar bagi pasar saham global.
Sedangkan menurut analis Reuters, meningkatnya permintaan Yen karena meningkatnya penjualan ekspor, berkontribusi pada penurunan yang cukup tajam yang terlihat pada pair USD/JPY. Di samping itu, event mayor yang juga akan mempengaruhi pasar forex adalah pengumuman suku bunga The Fed pada hari Kamis esok (FOMC).
Tekanan untuk BOJ juga datang dari tetangganya, Bank Sentral China (PBoC) yang mengumumkan pemotongan suku bunga yang keempat kalinya tahun ini pada hari Jumat pekan lalu. Beijing memutuskan untuk memotong suku bunga acuannya sebanyak 25 basis poin menjadi 4.35 persen dan suku bunga deposit dengan poin yang sama menjadi 1.5 persen saat ini. Hal ini merupakan likuiditas segar bagi pasar saham global.
Sedangkan menurut analis Reuters, meningkatnya permintaan Yen karena meningkatnya penjualan ekspor, berkontribusi pada penurunan yang cukup tajam yang terlihat pada pair USD/JPY. Di samping itu, event mayor yang juga akan mempengaruhi pasar forex adalah pengumuman suku bunga The Fed pada hari Kamis esok (FOMC).

