Westpac: New Zealand Bakal Potong Suku Bunga Desember


Ekonom dari bank kawakan di wilayah New Zealand, Westpac, menyatakan bahwa kuatnya Dolar New Zealand berpotensi mengakibatkan inflasi tahun 2016 gagal mencapai target bank sentral (RBNZ), sehingga membuka kemungkinan suku bunga akan dipangkas pada bulan Desember 2015.
NZD/USD pagi ini (3/11) diperdagangkan di kisaran 0.67; lebih rendah dari level tinggi 0.68 yang dicapai pada 16 Oktober, tetapi masih jauh diatas kisaran 0.62 yang sempat tersentuh pada bulan September.
Gubernur RBNZ, Graeme Wheeler, terakhir memotong suku bunga acuan OCR ke 2.75 persen pada bulan September, sembari mewanti-wanti kemungkinan untuk memotong 0.25 persen lagi. Menurut kepala ekonom Westpac, Dominic Stephens, pemotongan lebih lanjut itu bisa terjadi di rapat RBNZ tanggal 10 Desember, karena mereka harus mengurangi suku bunga jika ingin menggenjot tingkat inflasi tahun depan.
Lebih lanjut, Stephens mengungkapkan bahwa RBNZ kemungkinan akan terus memangkas suku bunga secara bertahap hingga OCR mencapai 2 persen saja. Setelah Desember, pemangkasan selanjutnya diproyeksikan akan dilakukan pada Maret 2016 dan Juni 2016 jika data masih menunjukkan inflasi dibawah ekspektasi.
Westpac memperkirakan inflasi tahunan untuk melaju 1.2 persen (yoy) pada bulan September 2016; lebih tinggi dari 0.4 persen di September 2015, tetapi lebih rendah dari forecast RBNZ yang sebesar 2.1 persen. Ini disebabkan oleh besarnya ketidakpastian tentang waktu kenaikan suku bunga the Fed, harga produk susu dan olahannya, serta perlambatan di China yang merupakan pengimpor terbesar produk agri New Zealand.