EUR/USD Cenderung Flat, Turun Tipis Di Awal Sesi Eropa Hari Ini

EUR/USD, pair mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, menunjukkan pergerakan yang flat hingga pembukaan sesi perdagangan Eropa Kamis (12/05) sore ini dan diperkirakan masih akan bertahan di level di atas 1.14.


Data Prancis Dan Jerman
Menurut data ekonomi yang baru saja dirilis, inflasi CPI Prancis tercatat menurun dari minus 0.1 persen menjadi minus 0.2 persen pada bulan April dalam basis tahunan. Sementara itu, dalam basis bulanan, inflasi negara ekonomi terbesar ketiga Zona Euro tersebut menorehkan kemerosotan tajam dari 0.7 persen menjadi 0.1 persen. Di samping Prancis, Jerman juga merilis data harga penjualan perdagangan grosir (wholesale) yang tercatat turun 2.7 persen pada bulan April 2016 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

Akan tetapi, Euro tak menunjukkan reaksi signifikan pada setelah kedua laporan tersebut diturunkan. EUR/USD menurun tipis ke angka 1.1407, lebih rendah dibandingkan dengan level sebelumnya di kisaran 1.1423. Meski demikian, EUR/USD masih berada dalam tingkat yang sama pada tanggal 11 Mei kemarin.

Data tersebut juga disusul oleh laporan produksi industri Zona Euro untuk bulan Maret, yang diekspektasikan akan meningkat dari minus 0.8 persen ke 0.0 persen bulan ke bulan. Sedangkan dalam basis tahunan, angka tersebut diperkirakan akan berakselerasi ke angka 0.9 persen. Akan tetapi, data yang baru saja dirilis menunjukkan kebalikannya, produksi industri Zona Euro justru memburuk.

Menurut analis Rabobank yang dikutip oleh WBPOnline, Parlemen Eropa akan memberikan suara hari ini dalam bentuk resolusi tak mengikat, untuk menentukan apakah mereka harus memberi market economy status (MES) pada China. Resolusi ini akan menjadi masukan bagi dewan Uni Eropa.

Pemberian MES (sebuah keputusan yang harus diambil dalam kaitannya dengan negagara-negara ekonomi mayor WTO lainnya sebelum tanggal 11 Desember) akan memberikan Euro sedikit kekuatan untuk melindungi perindustriannya, kata analis tersebut.


Dari Sisi Dolar AS

Di sisi lain dari segi Dolar AS, mata uang tersebut pada umumnya masih belum begitu kuat. Dolar AS nasih perlu berjuang keras untuk mempertahankan posisinya terhadap mata uang-mata uang mayor, setelah beberapa waktu mencetak kenaikan dari level rendah satu setengah tahun, di tengah keraguan terhadap pertumbuhan global yang membuat Dolar AS terpincang-pincang.

Sore ini, mata uang AS tersebut dilaporkan menunjukkan sedikit penguatan terhadap Yen, mata uang Jepang yang akhir-akhir ini menimbulkan masalah karena apresiasinya yang luar biasa terhadap Dolar AS, namun analis memperkirakan penguatan Dolar hanya akan terbatas.